Tim Nasional Thailand
Team sepak bola nasional Thailand (Thailand: ฟุตบอล ล ทีมาช ไทย, RTGS: futbon thim chat thai, disampaikan [fút.bɔ̄n tʰīʰm t͡ɕʰâːm t͡ɕʰâ͡ɕʰt tʰāj]) sebagai wakil Thailand dalam sepak bola internasional senior serta dikontrol oleh Perkumpulan Sepak Bola Thailand.
Lima Kejuaraan AFF serta sembilan gelar Olimpiade Asia Tenggara tingkat senior semua memperkuat pijakan Thailand untuk dominator pertandingan regional. Kecuali memperoleh tempat ke-3 di Piala Asia AFC 1972, tempat ke-4 usai di Asian Games 1990 serta 1998 serta berkompetisi 2x di Olimpiade Musim Panas, team sudah tidak berhasil memberi prestasi baru dalam catatan benua serta global. [4] Thailand meraih kemenangan pertama di Piala Asia AFC pada 2007 serta harus menanti 47 tahun untuk pada akhirnya menyelusup keluar dari set group pada 2019. Thailand belum pernah maju ke Piala Dunia FIFA tapi adalah salah satu anggota AFF yang sudah berperan serta dalam putaran final kwalifikasi semenjak 1945.
Perintis team, yang dioperasionalkan dengan nama Siam, dibangun di tahun 1915 serta mainkan laga tidak sah pertama kalinya menantang team Eropa di Stadion Royal Bangkok Sports Klub pada 20 Desember tahun itu. Team mainkan laga internasional pertama kalinya di tahun 1930 menantang timnas Indocina, yang termasuk juga pemain Vietnam Selatan serta Perancis.
Thailand tampil di Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne, dimana mereka kalah dari Inggris 0–9 yang paling besar sampai sekarang ini, hingga tidak berhasil maju ke perempat final. Di tahun 1965, Thailand mempunyai gelar pertama yang lain: tempat pertama di Asian Games Tenggara. Mereka membuat performa ke-2 serta paling akhir mereka di Olimpiade Musim Panas di tahun 1968, kehilangan semua tiga laga dengan beda minimum tiga gol ke Bulgaria, Guatemala, serta Cekoslowakia karenanya diperjalanan ke jalan keluar putaran pertama.
Semasa kwalifikasi Piala Asia AFC 1992, Thailand mendapatkan kesuksesan yang relevan menaklukkan Korea Selatan 2-1 serta Bangladesh 1-0 menjadi juara group serta maju ke Piala Asia AFC 1992. Perform team di kompetisi paling akhir ialah menggambar dua laga pertama dengan Qatar serta pada akhirnya tempat ke-3 China selanjutnya kalah 0–4 dari Arab Saudi. Di tahun 1994, manager Thawatchai Sartjakul membuat team yang sudah dikritik untuk "team mimpi" dengan pemain seperti Kiatisuk Senamuang, Tawan Sripan serta Dusit Chalermsan.
Di tahun 1996, Thailand menaklukkan Malaysia 1-0 serta memenangi Kejuaraan Sepak Bola ASEAN (selanjutnya disebutkan Piala Tiger) untuk kali pertamanya. Thailand ialah favorite untuk memperoleh kembali lagi mahkota di tahun 2007, 2008 serta 2012 cuma untuk kehilangan final ketat ke Singapura serta Vietnam semasing.
Piala Tiger 1998 regional lihat Thailand berjumpa Indonesia dalam laga yang beberapa pemainnya yang waspada dari ke-2 team dengan menyengaja membuat aksi yang mempunyai tujuan untuk hindari hadapi tuan-rumah Vietnam di semi-final serta jalani beban tehnis mengalihkan pangkal training dari Kota Ho Chi Minh ke Hanoi. [9] FIFA mendenda ke-2 team $ 40.000 sebab "menyalahi semangat permainan". Thailand pada akhirnya kalah dalam laga, harus menjumpai serta tidak berhasil ke Vietnam di semi-final.
Thailand dengan cara beruntun berhasil lolos serta berperan serta dalam dua kompetisi final Piala Asia AFC yang kedua-duanya diselenggarakan di Asia Barat di tahun 1996 serta 2000 saat "team mimpi" mereka mengawali periode emasnya. Dengan cara kebetulan di ke-2 edisi, musuh team semua datang dari Asia Barat serta mereka ialah Arab Saudi, Libanon, Iran serta Irak, dengan dua yang paling akhir share barisan yang sama juga dengan Thailand 2x. Dalam ke-2 edisi, Thailand membuat 2x seri serta kalah bekasnya, memuncaki set penyisihan group pertama serta adalah team posisi ke-3 terjelek dari edisi ke-2.
Laga final AFF Championship 2000 di antara Thailand serta Indonesia, di Rajamangala yang terjual habis, hampir adalah salinan dari tatap muka set penyisihan group mereka. Gajah Perang menang 4-1 lagi dengan Worrawoot membangun kemah di gawang musuh. Pemain berumur 28 tahun itu cetak 2 gol dalam laga pertama mereka serta di final cetak hat-trick dalam 32 menit pertama. [11] Di final AFF 2002 akhir, Thailand kembali lagi berjumpa Indonesia (yang saat ini jadi tuan-rumah) serta ditahan seimbang walau pimpin 2-0 serta memenangi laga dalam beradu penalti.