Tim Nasional Filipina



Team sepak bola nasional Filipina (Filipina: Pambansang koponan ng futbol ng Pilipinas) ialah team sepak bola perkumpulan yang sebagai wakil Filipina serta sudah bermain pada tingkat internasional pada awal 1913.
Sebelum Perang Dunia II, Filipina dengan teratur bersaing dengan Jepang serta Republik Tiongkok di Far Eastern Championship Games. Selama ini, timnas belum pernah maju ke Piala Dunia FIFA [5] serta cuma sekali maju ke Piala Asia AFC, di tahun 2019. Mereka finish ke-2 di Piala Rintangan AFC 2014 sesudah kalah dari Palestina di final. [6 ]

Tidak seperti sejumlah besar Asia Tenggara, dimana sepak bola ialah yang sangat terkenal, olahraga Filipina yang sangat terkenal ialah bola basket serta tinju, dari hasil pemerintahan Amerika, dengan begitu menyingkirkan banyak talenta sepak bola serta berperan pada minimnya kesuksesan sepakbola Filipina. Sering Filipina cuma berperan serta dalam Kejuaraan AFF serta ada di tempat terikuth. Tetapi, dari mulai Kejuaraan AFF 2010, negara ini sudah mulai meningkatkan sepak bola untuk sisi dari kebangkitan olahraga, mendapatkan semakin banyak stimulan untuk tingkatkan peningkatan sepak bola serta suport fans, [7] pada akhirnya mengakibatkan pertandingan Piala Asia pertama di negara itu, edisi 2019.

Filipina berperan serta di Far Eastern Championship Games, yang meliputi sepak bola. Edisi pertama ialah di tahun 1913 serta yang paling akhir ialah di tahun 1934. Permainan ialah kompetisi sepak bola regional pertama untuk timnas di luar British Home Championship. Timnas dengan cara teratur hadapi Jepang serta Cina serta pada satu edisi Hindia Belanda di laga. Filipina memenangi Cina di kompetisi pertama dengan score 2-1. Semasa edisi 1917, timnas mencetak kemenangan paling besar dalam sepak bola internasional. Diperintah oleh simbol Filipina-Spanyol Paulino Alcantara, Filipina menaklukkan Jepang 15-2. [5] [9] [10]

Sesudah pembubaran Far Eastern Championship Games, pasukan nasional berperan serta pada Asian Games 1940 Timur yang diadakan untuk mengingati ulang tahun ke 2600 pendirian Kekaisaran Jepang oleh Kaisar Jimmu. Team ada di posisi ke-3 di belakang juara Jepang serta juara ke-2, Manchukuo serta di muka Republik Cina.

Pada 1950-an Filipina jadi tuan-rumah pertemanan dengan beberapa pihak yang berbasiskan internasional, Tetapi timnas alami kekurangan dana serta hampir tidak terima liputan dari media. Semasa saat itu talenta dari timnas diambil dari Liga Sepakbola Manila yang terima suport besar dari komune Cina-Filipina. Performa timnas yang baik di Asian Games 1958, diadakan di Tokyo, dimana mereka menaklukkan Jepang, 1-0 dalam laga yang dicap jengkel oleh wartawan Jepang. [13]

Sesudah 1958, lihat pengurangan sepakbola Filipina, beberapa pemain kunci memundurkan diri dari timnas sebab rintangan keuangan untuk bermain untuk timnas. Pemain timnas Ed Ocampo serta Eduardo Pacheco berubah ke bola basket, serta terus bermain untuk club bola basket komersil tempat pemain dibayar. [13] Kongres Filipina keluarkan Undang-Undang Republik 3135 yang membuat revisi piagam Asosiasi Atletik Amatir Filipina yang mempunyai ketetapan atau ketentuan 60-40 yang mengamanatkan team tidak untuk mempunyai lebih dari pada 40 % pemain Tiongkok serta pemain lain dengan darah asing. [14] Sponsor memundurkan diri serta liga, yang sejumlah besar didanai oleh komune Cina-Filipina mulai turun. Ketentuan 60–40 ditarik jauh selanjutnya selama saat kedudukan presiden Johnny Romualdez dari Asosiasi Sepak Bola Filipina (PFF), sesudah 1982 saat PFA sudah membenahi lagi dianya untuk PFF. [13] [15]

Timnas alami kekalahan dengan margin besar di Asian Games 1962 di Jakarta. [13] Ini termasuk juga rekor kekalahan timnas 15-1 dari Malaysia, sebagai kekalahan terjelek timnas waktu itu. Catatan ini selanjutnya dipecahkan oleh kekalahan 15-0 dari Jepang di tahun 1967 di kwalifikasi untuk Olimpiade Musim Panas 1968. Orang asing disewa untuk layani untuk pelatih kepala untuk timnas dalam usaha untuk kurangi kerugian margin yang besar. Orang Inggris, Allan Rogers dipekerjakan mengejar kekalahan rekor ke Malaysia serta rider Spanyol Juan Cutillas ditugaskan untuk pimpin timnas sesudah kekalahan rekor ke Jepang. [16]

Pada awal tahun enam beberapa puluh, Perkumpulan Sepak Bola Filipina berpartner dengan San Miguel Corporation untuk cari pertolongan asing untuk melatih beberapa pemain serta pelatih sepak bola lokal serta meningkatkan olahraga di negara itu. Pelatih dari Inggris, Alan Rogers serta Brian Birch. Sesudah kedua-duanya lega, Danny McClellan serta Graham Adams meneruskan pekerjaan mereka. Di tahun 1961, San Miguel lewat perkumpulan sepakbola nasional beli empat mahasiswa kedokteran dari Spanyol yang pakar dalam sepakbola - Francisco Escarte, Enrique dela Mata, Claudio Sanchez serta Juan Cutillas. Escarte serta dela Mata tinggalkan negara itu sesudah setahun. 

Di tahun 1971, pelatih kepala Juan Cutillas mengambil lima pemain asing untuk bermain untuk team nasional; 4 orang Spanyol serta satu Cina. Timnas masuk dengan beberapa pertandingan internasional seperti Kompetisi Merdeka, Kompetisi Peringatan Hari Jadi Jakarta, serta Kompetisi President Park. Team ini mengakibatkan beberapa hasil yang menyedihkan menantang timnas Thailand, Singapura serta Korea Selatan. Timnas lihat pengurangan lain sesudah empat pemain Spanyol tinggalkan team sebab fakta keuangan serta keuntungan basket semakin pijakan dari sepakbola di negara ini.

Timnas di bawah pelatih kepala Jerman, Eckhard Krautzun usai keseluruhannya ke-4 di Asian Games 1991 Tenggara, yang paling baik yang sempat usai di kompetisi. Filipina alami kekalahan 1-0 dari juara bertahan Malaysia di kompetisi yang singkirkan yang paling akhir dari kompetisi di set penyisihan group. Norman Fegidero cetak salah satu gol untuk Filipina.